Tuesday, January 15, 2013

PUKUL DUA DINI HARI

Aku mengendap-endap keluar dari kamar. Lampu ruang tengah sudah dimatikan, namun sinar bulan yang menembus dari kisi-kisi jendela membantuku untuk tidak menabrak barang-barang. Setengah berlari tanpa suara aku berusaha mencapai pintu depan.
Aku menghela nafas lega setelah tiba di halaman. Jantungku masih berdebar kencang. Udara dingin dini hari tak kurasakan karena tubuhku basah oleh keringat.
Jadi begini rasanya, pikirku.
Sekarang aku harus lekas pergi dari sini. Ada yang menungguku sebelum pukul dua dini hari. Lagipula jika aku berlama-lama di sini khawatir akan ada yang melihatku.
Beruntung aku tiba di tempat perjanjian tepat waktu.  Yang menungguku pun sudah menampakkan wajah tak sabar ketika melihatku datang. Segera kuhampiri dia.
"Maaf, hanya dapat segini Bos.." kataku sambil menyerahkan sejumlah uang juga sebuah cincin emas dari kantong celanaku.
Dia yang kupanggil Bos itu tersenyum puas.
"Bagus.. Tak apa lah.. Untuk tuyul pemula sepertimu masih kumaklumi. Banyak belajarlah dari teman-temanmu yang lain. Besok targetmu harus lebih dari ini.."


#13HariNgeBlogFF day 2 

3 comments:

  1. hiyaaa, kirain dokter aja, ternyata tuyul juga bisa magang...

    ReplyDelete
  2. tuyulnya masih traning ya
    semoga bisa capai target akhir bulan n diangkat jd karyawan tetap ya
    :D

    ReplyDelete

Leave your comment please.. thank you ;)