Wednesday, December 31, 2014

Happy New Year 2015

Assalamualaikum..

Tak terasa genap 2 tahun sudah saya tinggal di Pulau Bangka ini. Sudah 3 kali juga saya melewatkan malam tahun baru di sini.
Desember 2012 lalu saat pertama kali datang ke sini saya merayakan tahun baru dengan teman-teman baru salah satunya pasutri Ka Yunina & Ka Didit. Kami melihat fireworks di alun2 lapangan Merdeka dari wisma satu tempat kami tinggal saat itu.
Setelah itu malam-malam tahun baru berikutnya terasa biasa saja. 2013 & 2014 ini saya melewatkannya sendirian dengan tidur pulas di kostan hehe..

Harapan saya di tahun 2015 ini smoga menjadi tahun yang lebih baik lagi, doa-doa yang selama ini dipanjatkan dikabulkan Allah swt.. Aamiin..

Let us leave behind sadness, regrets, and painful moments and have a new start full of joy this new year.

May each day of coming year be vibrant and new. Happy New Year from Pangkalpinang city - Bangka Island, everyone 🎆🎉🎊🎇

Monday, December 15, 2014

Random Post: Never Ending Questions

Assalamualaikum..

Ah kalau membaca judul postingan saya di atas pasti semua udah tau apa yang akan saya cerita kan kali ini.
Pertanyaan tanpa akhir. Ya, saya sudah melewati beberapa fase pertanyaan seperti :

kapan lulus?
Pacarnya mana?
kapan nikah?

dan yang lagi heitz sekarang ini adalah

kapan punya anak?

Sebenarnya dulu saya tidak terlalu ambil pusing dengan pertanyaan semacam itu. Pusing sih, galau juga sih tapi ga segalau pertanyaan yang terakhir ini.

oke diulang,

kapan punya anak?

Hhh...
FYI, tanggal 8 November lalu tepat satu tahun pernikahan saya dan suami. Alhamdulillah ternyata kami bisa juga menjalani satu tahun Long Distance Marriage ini walau dengan kegalauan dan air mata hehe. Alhamdulillah saya diberi Allah swt suami yang super sabar menghadapi saya yang cranky kalo lagi kangen. Apalagi sekarang karena suami melanjutkan sekolah di Solo jadi nambah jauh deh jarak antara kami. Dulu sebulan sekali atau dua minggu sekali kami bisa gantian saling mengunjungi namun sekarang bisa dua bulan sekali. Hiks.

Saya tau hubungan kami ini belum seberapa. Ada senior saya yang menjalani LDM antar benua. Huaa antar pulau aja saya udah ga kuat. Subhanallah..

Memang Allah swt memberi cobaan sesuai kemampuan hambaNya. Saya berpikir, mungkin Allah swt tau saya dan suami sanggupnya LDM antar pulau. Kalau mengapa sampai saat ini kami belum diberikan kepercayaan untuk punya anak, ya siapa yang tau rencana Allah swt. Mungkin saya dan suami disuruh pacaran dulu, disuruh nabung dulu atau entahlah. Kalau lagi ga galau sih saya bisa berpikir seperti itu. Tapi pas lagi galau, sepi atau jenuh ya jadi nangis juga. Apa lagi kalau ada yang nanya-nanya.

Gimana dok, udah isi belum?
Dok, udah berhasil belum?
kok belum dok, dokter KB ya?
oh belum juga ya dok, lama ya?

Ya Allah sedihnya.. bukannya pada doain gitu ya.

Selain itu saya juga jadi ada beban ke orang tua dan mertua juga. Kalau orang tua saya sendiri mungkin masih bisa maklum tapi mertua, kadang timbul perasaan ga enak. Walaupun mereka tidak mengatakannya tapi saya yakin pasti mereka mengharapkan. Apa lagi saya dan suami sama-sama anak pertama, jadi kehadiran cucu pertama ini sangat dinantikan.

Siapa sih yang ga ingin punya anak. Tapi kalau Allah swt belum mengizinkan ya saya bisa apa. Mungkin karena saya dan suami kalau bertemu bukan pas masa subur, makanya rencananya sih mulai tahun depan (kalau kita masih LDM) kami bertemu pas masa subur saya. Tapi terkadang suasana dan mood pun harus mendukung kan. Yah Bismillah aja, yang penting tetap ikhtiar dan berdoa. Tetap berprasangka baik pada Allah swt. RencanaNya pasti jauh lebih indah.

Aamiin
Insha Allah..




 http://infojakarta.net/wp-content/uploads/2013/12/komik-jakarta.jpg







Saturday, December 13, 2014

Random Post : My Comfort Zone

Assalamualaikum..
Waduh, ga terasa udah 8 bulan blog saya ini terabaikan begitu saja. Sebenarnya kesempatan untuk menulis itu selalu ada, hanya saja mengalahkan sifat malas itu yang susah hehe.
8 bulan berlalu dan sekarang hampir menjelang akhir tahun 2014. Wow, time flies. Rasanya baru kemarin saya datang di pulau Bangka ini, lalu dipertemukan dengan suami, mempersiapkan pernikahan dan masih banyak hal-hal amazing lainnya yang telah saya alami. Subhanallah..
Postingan saya kali ini mungkin judulnya random saja yah. Terlalu lama tidak menulis lalu mulai menulis lagi itu rasanya sangat excited. Banyak cerita dan ide-ide yang ingin dituliskan.
Saat ini tepat bulan Desember 2015. Itu berarti tanggal 25 Desember nanti genap dua tahun sudah saya mengabdi di Pulau Bangka ini. Wow, dua tahun itu bagi saya bukan waktu yang sebentar. Takjub, ternyata saya bisa juga merantau jauh dari keluarga. Sebenarnya kehidupan saya di sini bukan suatu hal yang luar biasa untuk diceritakan. Awalnya memang luar biasa ya. Mulai dari saya bertemu dengan orang-orang yang berbeda sifat sampai dialeknya. Saya yang roaming karena ga ngerti apa yang mereka bicarakan sampai sekarang sudah bisa mengerti dan bisa menggunakan bahasa mereka sedikit-sedikit. Lalu tentang pekerjaan saya yang berbeda dengan yang sebelumnya. Saya masih ingat masa-masa galau 2012 ketika saya bingung memutuskan untuk resign dari RS dan memilih merantau ke pulau ini. Yah saya tidak bilang keputusan saya waktu itu tepat. Tapi saya bersyukur dengan apa yang saya pilih. Banyak hal-hal baik yang saya dapatkan, salah satunya saya dipertemukan dengan suami tercinta. Alhamdulillah..
Back to my work, awalnya saya harus membiasakan diri. Mulai dari menghadapi pasien yang jumlahnya seratus lebih setiap harinya dengan berbagai karakter, menghapal nama-nama obat paten, mempelajari prosedur yang dibuat oleh perusahaan dan lain-lain. Sebenarnya sih pekerjaan saya di sini lebih enak dari sebelumnya. Ga ada jaga malam, ga ada pasien gawat. Karena memang setiap harinya hanya seperti poli umum di RS atau baksos. Hanya saja setelah menjalaninya beberapa bulan mulai timbul rasa bosan, eneg dengan rutinitas yang sama setiap harinya bahkan sampai detik ini. Pasien yang saya hadapi juga itu-itu saja setiap harinya selama dua tahun ini. Yaiyalah karena kan saya sebagai dokter keluarga dan mereka yang datang berobat juga hanya ambil obat rutin saja per dua minggu. Rasanya dari mulai bosan lalu flat lalu semangat kerja lagi (karena abis gajian hehe) begitu terus selama dua tahun ini. Saya bukannya mengeluh juga bukannya tidak bersyukur. Tapi seperti itulah adanya. Untung saja sempat ada perpindahan lokasi klinik. Sekarang klinik tempat saya bekerja di dalam RS, jadi yaa pemandangannya tidak dengan orang yang itu-itu saja. Saya bisa bertemu dengan dokter-dokter spesialis, orang lab, apoteker, dan lain-lain. Namun karena mungkin sudah suntuk, jenuh, bosan dan entah apa lagi sebutannya ya semangat seperti saat datang pertama kali itu sudah hilang.
Mungkinkah ini tandanya saya harus move on? haruskah saya keluar dari zona nyaman ini?
Kalo mau maju dan mau ada perubahan dalam hidup kita harus berani mengambil resiko, harus berani keluar dari comfort zone. Itu kata pepatah yang pernah saya baca.
Memang itulah yang saya pikirkan dalam beberapa bulan terakhir ini. Sebenarnya masa kontrak kerja saya di sini berakhir pada akhir tahun ini. Tapi ternyata ada perpanjangan kontrak lagi walaupun tidak mengikat, jadi kita bisa resign kapan saja.
Ya, saya berencana untuk menyusul suami saya ke Solo. Saat ini ia sedang melanjutkan sekolah spesialis di sana. Karena itu sekarang saya juga sambil melamar kerja di sana. Mudah-mudahan ada rezekinya jadi kami dapat berkumpul. Aamiin. Sedih, sudah lewat satu tahun pernikahan tapi kami belum pernah menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya.
Baik lah sekian dulu random post random think saya kali ini.
Doakan yah smoga saya dapat mengambil keputusan yang tepat. Aamiin..