Sunday, January 20, 2013

BALES KANGENKU, DONG!

Aku mulai jenuh mengucap rindu yang hanya berbalas semu :(
Jleb!

Jantungku serasa berhenti membaca update status twitter Raina, mantan rekan kerjaku. Kenapa kusebut mantan rekan kerja?. Karena sebelumnya kami bekerja di tempat yang sama sebelum ia menerima tawaran pekerjaan yang lebih baik di luar kota. Tadinya ia sempat menolak tawaran itu. Namun mungkin bisa dikatakan karena bujuk rayuku akhirnya ia mau menerimanya. Menurutku, ia punya potensi untuk lebih berkembang lagi di tempat yang baru. Sejak saat itu, kami menjadi dekat dan sering berdiskusi tentang berbagai hal. Raina cerdas dan tidak membosankan untuk diajak berbicara tentang apa saja. Ia dapat mengimbangiku baik saat serius maupun bercanda. Bisa dikatakan kami cocok. Sebagai partner kerja, tentunya. 

Kalau dihitung-hitung, sudah hampir dua minggu kami berpisah. Jujur, aku kehilangan. Sejak ia mengatakan sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada direksi, hatiku mulai terasa sepi. Rasanya menjadi tidak bersemangat kerja karena biasanya ada Raina yang selalu jadi korban kejahilanku. Saat membaca update-an twitter Raina, timbul rasa senang dalam hatiku. Sudah pasti ia rindu padaku. Karena sudah beberapa hari ini aku tidak memedulikan pesan-pesan yang ia kirimkan padaku. Bukan apa-apa, aku sengaja untuk membiasakan dirinya agar tidak terlalu tergantung padaku. Karena aku merasa ia seperti mempercayakan hidupnya padaku. Setiap ada masalah ia selalu curhat padaku. Aku sih senang-senang saja, namun tetap saja aku ini seorang laki-laki, sudah menikah pula. Bukan tak mungkin nantinya aku jadi punya perasaan lebih padanya. Dan Raina, sepertinya sejak menjelang hari perpisahan kami sudah mulai terang-terang menunjukkan jika ia punya perasaan lebih padaku. Aku kege-eran?. Hei, lelaki mantan playboy sepertiku ini sudah hafal perilaku wanita yang jatuh cinta. Aku ingin mencegah Raina hanyut terlalu dalam pada perasaannya padaku. Mungkin ada konspirasi alam juga sehingga akhirnya kami pun berpisah. Raina cantik juga pintar, ia pasti bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku.

Omong-omong soal rindu, aku rindu Raina. Sangat. Seperti kataku tadi, semangat kerjaku seakan menurun tanpa kehadirannya. Kadang aku memimpikannya, membuat saat kuterbangun menjadi merasa bersalah pada istriku. Memang bukan mimpi aneh-aneh, aku hanya memimpikan kebersamaan kami, kekonyolan yang kami buat bersama. Jika memang status twitter itu ditujukan untukku, Raina salah. 

Aku menahan diri untuk tidak mereply statusnya dan mulai menscroll lagi timeline-ku. Namun lagi-lagi update dari Raina yang tertangkap oleh mataku. 

Hei, kamu yang di sana. Balas kangenku, dong! 
Hampir saja aku tertawa terbahak-bahak. Perutku jadi sakit menahan tawa. Kubayangkan wajah Raina yang kusut menunggu balasan pesan-pesannya untukku. Aku menyerah. Rinduku padanya juga tak tertahankan lagi. 

Kukirimkan pesan singkat untuknya.

Miss me? :p
I really miss you and wanna meet you,my sweet sister :)


*baca cerita sebelumnya di sini

#13HariNgeBlogFF day 6

No comments:

Post a Comment

Leave your comment please.. thank you ;)