Friday, February 10, 2012

KUE COKELAT

we.heart.it


Sudah hampir tengah malam namun mataku masih belum mau terpejam. Buku-buku resep masakan dan kue berserakan di lantai kamarku. Aaahh... aku menggaruk-garuk kepalaku. Aku masih bingung akan membuat apa di perlombaan memasak yang diadakan kantorku dalam menyambut hari Valentine. Kantorku memang kurang kerjaan. Entah kenapa tiba-tiba mengadakan lomba seperti ini, bahkan wajib hukumnya untuk pegawai wanita. Ada-ada saja. Beda denganku, teman-temanku malah menyambut gembira adanya lomba ini. Ya, karena apa yang kita buat saat lomba tersebut nantinya harus diberikan langsung kepada orang yang kita suka. Sedangkan aku, akan kuberikan pada siapa masakanku nanti?. Aku sudah lama sekali tidak membuat kue dan tidak sedang dekat dengan laki-laki manapun. Aku menghela napas dan mulai menggerutu kenapa harus ada Valentine.

Aku jadi teringat pembicaraanku tadi siang dengan Vino, teman baikku di kantor saat kami makan siang. Satu-satunya lelaki yang dekat denganku ya Vino ini. Dia baru beberapa bulan bergabung dengan kantorku, mejanya pun sebelahan denganku. Oleh karena itu kami jadi akrab. Vino tertawa saat aku mengeluh adanya lomba itu.

"Aneh kamu Rin..Biasanya cewe-cewe seneng loh Rin menjelang valentine.. mereka pasti sibuk cari kado, bikin cokelat.. Aahh untung aku cowo.. tinggal nerima aja.." kata Vino sambil tertawa.

Aku merengut, "Dari dulu aku ga pernah ngerayain Valentine Vin..Beli cokelat mendingan aku makan sendiri.."

"Emang ga pernah ngasih ke pacar atau.. siapa gitu Rin..." tanya Vino.
Aku menggeleng.

Itulah sebabnya aku ga pernah merayakan Valentine seperti teman-temanku yang lain. Aku tidak seberuntung mereka dalam hal percintaan. Aku pun kapok tidak mau lagi memberi cokelat ke orang yang kusuka. Dulu aku pernah diam-diam memberikan cokelat kepada senior yang kusuka saat Valentine. Namun apa yang selanjutnya kulihat benar-benar membuatku sakit hati. Senior itu malah membagi-bagikannya ke teman-temannya dan dia tidak memakannya sedikitpun. Aku kecewa.
Vino seperti mengerti kegelisahanku.
"Gapapa Rin.. buat aja kue yang menurutmu paling enak.. ntar malem kamu liat-liat aja di buku resep, trus catet di kertas.. Aku siap menerima kue buatanmu deh.."

Aku tersadar dari lamunanku. Iya ya, kuberikan pada Vino saja kue buatanku besok. Toh dia juga tidak punya pacar walaupun banyak fansnya. Aku mengambil salah satu buku resep kue, membalik-balik halamannya dan berhenti pada satu halaman. Aku tersenyum. Aku sudah tahu akan membuat apa besok.

 ***
"Serius Rin ini untuk aku??" Vino terkejut saat kuberikan kue cokelat berbentuk hati kepadanya seusai lomba. Kue buatanku menjadi juara favorit para juri.
Aku tersenyum mengangguk.
"Kue valentine ga harus untuk pacar kan?" kataku sambil mengedipkan mata.

Vino tertawa. "Yuk kita makan kuenya.."
Kami pun memakan kue buatanku bersama-sama.
"Enak?" tanyaku pada Vino.
Vino mengacungkan jempolnya, "Perfect! Ga terlalu manis.. Kamu inget aja kesukaanku.."
Aku tersenyum senang mendengar pujian Vino.
"Rin.. mulutmu belepotan cokelat tuh.. Sini aku bersihin.." Vino mendekatkan dirinya ke wajahku, lalu memegang daguku lembut. Aku berdebar saat pandangan kami bertemu. Tiba-tiba Vino mendaratkan sebuah ciuman kecil di bibirku. Aku terkejut.

"Tahun depan mau buatin aku kue valentine lagi kan Rin?" tanya Vino lembut seraya menatapku dalam. Aku balas menatapnya tak percaya. Jadi dia selama ini mencintaiku.

"Ma..u...Mmmm..." Sebelum aku meneruskan perkataanku, lagi-lagi Vino memotongnya dengan mencium bibirku. Kali ini aku membalas ciumannya.

Valentine-ku kali ini manis sekali,, semanis ciumanku dan Vino,, juga semanis kue cokelat buatanku.. 

No comments:

Post a Comment

Leave your comment please.. thank you ;)