Sunday, February 12, 2012

ICE CREAM CHOCOLATE



"Kita dulu kayak gitu ya.."

Aku menunjuk ke arah dimana ada dua orang anak kecil yang sedang berebut es krim. Si anak perempuan ingin mencoba es krim cokelat yang dimakan oleh si anak lelaki, tapi si anak lelaki malah menjauhkan es krim miliknya dari si anak perempuan. Si anak perempuan pun merengut dan bersiap akan menangis. Padahal dia juga punya es krim dengan rasa yang sama. Melihat si anak perempuan mulai menangis, si anak lelaki tadi langsung menyuapkan es krim miliknya. Sweet..pikirku.

Kamu mengalihkan pandangan dari buku yang sedang kamu baca dan menoleh ke arah yang kumaksud, lalu tersenyum kecil."Wajah ngambeknya juga persis kamu tuh.."

Aku memperhatikan anak perempuan itu. Ya, memang sekilas mirip aku. Bagaimana bisa?.

"Andai saja yaa waktu itu kamu ga ninggalin aku.."

Kamu menutup bukumu, lalu menatapku.
"Harusnya waktu itu kamu nungguin aku.." balasmu. "Kan aku udah bilang aku pasti kembali.."

"Tapi kamu kan ga bilang kapan kamu akan kembali! kamu pikir semuanya bisa terjadi sesuai rencana?"

Dadaku sesak setelah mengucapkan kata-kata itu. Air mataku hampir saja keluar. Ingatan tentang kenangan masa kecil bersamamu - perpisahan kita - sampai pertemuan kita yang tak disangka bergantian berkelebat di pikiranku. Masih saja tersisa penyesalan dan kemarahan di hatiku walaupun hal itu sudah lama berlalu.


Kudengar kamu menghela nafas. "Tunggu di sini." katamu.

Tak lama, kamu kembali dengan dua es krim cokelat di tanganmu.
"Buat kamu.. biar ga nangis lagi.." katamu sambil memberikan salah satu es krim padaku.

"Memangnya aku anak kecil yang bisa berhenti nangis kalo dikasih es krim?"

"Buatku kamu memang masih anak kecil.. Seperti kamu yang selalu menganggapku es krim cokelat-mu kan?" senyum jenaka menghiasi wajahmu.


Aku dan kamu pun tertawa bersama, kemudian menikmati es krim cokelat sambil bercanda riang seperti dulu semasa kecil kita..

Tentu saja dari dulu sampai sekarang kamu-lah es krim cokelatku.. mood booster-ku..

Beberapa saat kemudian dari kejauhan dua anak kecil tadi berlari-lari menghampiri kami, diikuti seorang wanita cantik dan pria berkacamata di belakangnya.

"Papaa..." Anak perempuan itu menghambur ke pelukanmu. Kamu berdiri lalu menggendongnya. Kulihat wanita cantik tadi menghampirimu lalu memberikan ciuman kilat di bibirmu. Aku memandangnya iri.

"Sudah mau pulang sayang? Tadi kok rebutan es krim sama Tian?" tanyamu sambil mengelap mulut anak perempuan itu yang belepotan cokelat.

"Aku kan pengen nyobain juga Pah.."

"Kamu kan udah punya sendiri Fika.. Masa masih minta punya aku.." Anak lelaki yang dipanggil Tian tadi kini sudah berada di antara kami. Wajahnya terlihat kesal tidak mau disalahkan.

Aku menghampirinya. Mengusap-usap rambutnya dengan sayang.
"Kalo sama anak perempuan ngalah dong, sayang.."Aku mengecup pipinya. Tian balik mengecup pipiku.

"Yuk Mah kita pulang.. Itu papa udah datang.." Tian menunjuk pria berkacamata tadi. Suamiku.
Dia menghampiriku lalu mengecup keningku. Sempat kulihat sekilas kamu membuang muka.

"Aku duluan yah.." pamitku.

Sampai ketemu lagi ice cream chocolate-ku.. nanti.. saat kita tidak sedang bersama keluarga kecil kita..

No comments:

Post a Comment

Leave your comment please.. thank you ;)