Thursday, January 24, 2013

JANGAN KEMANA-MANA, DI HATIKU SAJA


"Aku punya pertanyaan untukmu.."

Kamu terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapanmu. Aku mengangguk mendengarkan.

".. apa aku pernah bilang kalau kamu terlalu baik untuk menjadi kekasihku?”

"Hmm.."

Aku mengingat-ingat. "Rasanya setiap kali aku meminta kejelasan hubungan kita, kamu pasti selalu mengatakan hal itu."

Kamu tertawa pelan mendengar jawabanku. Perlahan kamu meraih jemariku dan menggenggamnya. 

"Kamu tahu, ternyata selama ini aku salah. Kamu bukan hanya terlalu baik, kamu juga terlalu menerima aku." 

"Tetapi itu semua juga tak cukup untuk membuatmu memilih jalan untuk bersamaku.”

"Percayakah kamu bahwa aku sudah meninggalkannya? Sekarang aku hanya ingin bersamamu.."

"Pergilah.. Jika kata-katamu itu hanya untuk menghiburku saja."

"Aku tak bisa. Aku terlalu mencintaimu.."


Aku tak membalas perkataannya. Airmataku mengalir. Aku selalu lemah di hadapan lelaki ini. Lelaki yang selalu kutunggu datangnya ke pelukanku hingga detik ini. Ia memang selalu datang, namun hanya sebentar untuk kemudian pergi lagi. 

"Pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu. Kembalilah kapan pun kamu mau” kataku padanya. 

“Terima kasih, kamulah satu-satunya yang paling kubutuhkan.”

Entah apa yang sudah membuatku memercayainya dan menyerahkan masa depanku seutuhnya di tangannya. Mungkin memang benar aku sudah dibutakan oleh cinta. Namun aku juga sudah teramat lelah dengan perasaan ditinggalkan yang begitu menyakitkan. 

"Kalau begitu berjanjilah, mulai saat ini jangan kemana-mana.. aku tak ingin kehilangan lagi.. Bertahanlah untukku dan cintai aku saja sampai mati.."




#13HariNgeBlogFF day 11

3 comments:

  1. aak.. suka banget sama kalimat terakhirnya. nice story, Ayu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aakk.. Makasih ya Riesna udah mampir ke blog aku :))

      Delete

Leave your comment please.. thank you ;)