Pages

Thursday, September 6, 2012

BUKAN AKU


Dia datang lagi.

Kali ini tidak melalui sebuah kado cantik, pesan-pesan manis maupun dering telepon yang benar-benar tak kupedulikan lagi.

Saat ini dia berada di hadapanku. Ya, tepat di depanku. 

Entah angin apa yang sanggup membangunkannya sepagi itu hingga ia dapat tiba di depan rumahku ketika aku akan mengeluarkan mobilku dari garasi.

"Mau apa lagi?" ketus kataku menyapanya. Wajahku pun kubuat tak bersahabat.

Padahal sesungguhnya aku lemah melihatnya. Perasaan benci, (masih) sayang, rindu beradu dalam isi kepalaku. Tidak, aku sudah bertekad untuk melupakan dan merelakannya! Aku harus kuat! Kusemangati diriku sendiri.

"Aku mau antar kamu ke kantor.." jawabmu. Matamu tegas memandangku.

Aku menggeleng. "Aku bawa mobil Ndre.. Makasih untuk tawarannya.." Kubergegas membuka pintu mobilku. Tetapi ia menghalangi.

"Please, Nay..." Ia memohon.

Hatiku mencelos. Haruskah aku mengalah?.

Baiklah, ini yang terakhir. Hatiku memutuskan.

Kupanggil Pak Sardi, supir keluargaku dan kuserahkan kunci mobilku padanya. Lalu kumelenggang ke arah mobil Andre. Dia tampak senang melihatku akhirnya menerima tawarannya.

"Langsung ke kantor ya Ndre.. Aku ga mau mampir-mampir.. Kalau mau ngomong, sekarang aja." Kataku saat ia menghidupkan mesin mobil.

Andre hanya tersenyum sambil mengangguk. 

Sepanjang jalan aku diam saja menatap jalan. Andre pun sepertinya bingung untuk memulai pembicaraan. Ia hanya basa-basi menawarkan sarapan lalu selebihnya hanya menyetir saja. Aku kesal sekali melihat sikapnya.

Kubergegas keluar dari mobilnya setiba di parkiran kantor. Andre berteriak memanggilku. Aku tak mempedulikannya dan mempercepat langkahku. 

"Nay, Nay.. " 

Akhirnya ia dapat mensejajari langkahku. Aku berhenti.

"Apa?"

"Aku udah putus Nay sama dia." kata Andre sambil menunduk.

"Oh. Lalu?" Aku berguman tak sabar.

Andre mengambil tanganku dan menggenggamnya.

"Nay, aku benar-benar menyesal.. Aku mohon kamu maafin salahku.. Tolong Nay, kali ini aku ga akan mengkhianati kamu lagi.. Aku.. janji Nay.. Sungguh."

Ia mencium tanganku.

Beginilah curangnya lelaki dan lemahnya hati wanita. Sekejap aku diliputi kebimbangan dibuatnya.

"Maaf Ndre.." Akhirnya kulepaskan tanganku. Kutatap mata lelaki yang pernah menjadi kebanggaan hidupku itu.

"Aku udah kasih kamu kesempatan beberapa kali kemarin, tapi kamu sia-siakan. Seperti keputusanku kemarin.."

Aku menghela napas. "Tidak, Ndre.. Aku ga bisa lagi. Pulanglah.."

"Tapi, Nay.."

"Pulanglah.. Carilah hati lain yang dapat kau sebut itu rumah.. Tetapi bukan aku.."

Kulihat Bella, sahabatku melambai dari ujung koridor. Aku pun bergegas menghampirinya dan meninggalkan mantan kekasihku yang meratapi penyesalannya.



-tulisan ini untuk #FF2in1 NulisBuku dengan tema : Mantan Kekasih -Sheila on 7
lanjutan dari "Tega" dan "Melepaskanmu"

No comments:

Post a Comment

Leave your comment please.. thank you ;)