Monday, January 30, 2012

KOPI TUBRUK

we.heart.it



Kamu dan kopi.
Seperti dua sahabat yang tak terpisahkan. Ibarat peribahasa, ada gula ada semut. Aku juga membuat peribahasa untukmu. Ada kamu, ada kopi.

Aku cinta kamu. Tapi aku benci kopimu.
Kopi membuatku berdebar-debar sepanjang malam. Aku pernah terpaksa meminumnya saat harus begadang menjelang ujian semester. Setelah itu aku tak mau meminumnya lagi.
Kamu pun membuatku berdebar-debar. Saat kamu bersandar di bahuku, menggandeng tanganku, juga saat kamu memelukku ketika kamu menyelesaikan sidang skripsimu.
Ah, kopi dan kamu memang mirip.

Aku suka aroma tubuhmu. Tapi aku benci aroma kopimu.
Aroma kopi panas yang menyengat selalu membuatku pusing. Tapi entah mengapa saat kamu berada di dekatku bersama kopimu rasa pusingku hilang dalam sekejap. Mungkin aroma tubuhmu adalah penawar untuk rasa pusingku akibat aroma kopi.

Aku senang memperhatikanmu saat meracik kopi kesukaanmu. Kopi tubruk namanya, katamu. Kopi hitam dicampur dengan dua sendok krimer dan satu sendok gula. Pahit, namun ada manisnya sedikit itu baru nikmat, katamu.
Kamu memang lebih suka membuat kopi sendiri daripada membeli kopi kalengan yang langsung minum.
Kamu tahu aku benci kopi. Kamu pun tak memaksaku untuk menyukainya. Namun pernah suatu kali kamu ingin mencoba kopi buatanku. Seumur hidupku aku belum pernah membuat kopi. Namun aku ingat caramu membuat kopi karena aku selalu memperhatikannya. Dengan percaya diri, aku praktekkan tetapi katamu, kopi buatanku tak enak, tak seperti buatanmu. Herannya aku tak marah padamu karena kamu orangnya memang selalu terus terang. Akhirnya kamu pun mengajariku membuat kopi kesukaanmu. Tak hanya itu, kamu juga mengajari cara menikmati kopi sepertimu. Mulai dari menghirup aromanya perlahan, mengaduknya, sampai menyeruputnya sedikit demi sedikit.
Tetapi tetap saja aku benci kopi.

Namun mungkin sebentar lagi aku akan membutuhkan secangkir kopi untuk melengkapi hariku. Aku ingin merasakan debaran akibat kopi sepanjang malam. Mungkin sebentar lagi aku akan menyukai kopi.. sebagai ganti hadirmu. Ya, aku akan menjadi pecandu kopi, sebagai penawar rinduku padamu.

Kepergianmu ke ibukota untuk pekerjaanmu tentu saja berat bagiku. Namun aku tak mungkin menahanmu. Dan di sinilah aku, di kedai kopi stasiun, melepas kepergianmu.
Kamu duduk di hadapanku, santai, menyeruput kopi panasmu. Aku sudah memandangimu dari tiga menit yang lalu tapi kamu masih asyik dengan kopimu.  

Tidakkah kamu berat meninggalkanku?. Apa kamu tidak merasa akan kehilanganku?.

"Sinta.. Ta, kok ngelamun sih?"
suaramu tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

"Eh apa? engga ngelamun kok.. aku lagi ngeliatin.. kopi kamu..hehe"elakku.

"Ngeliatin kopi apa ngeliatin aku..." matamu mengerling menggodaku.
Aku tertawa lalu mencoba mencubitmu. Kamu tertawa seraya menghindari cubitanku.

"Ta.. aku.. cinta kamu.." katamu tiba-tiba. Setengah berbisik.

Aku tersentak.
"Apa Ris?"

"Aku cinta kamu, Ta.. sejak pertama kali masuk kuliah sampai sekarang. Maaf selama ini aku ga pernah terus terang, aku takut merusak persahabatan kita selama ini.." pernyataan cintamu mengalir begitu saja.

Kenapa baru sekarang. Kenapa saat kita akan berpisah. Aku memandangmu sedih.

"Aku juga cinta kamu Ris.. tapi aku ga cinta ya sama kopimu.." jawabku.

Kamu tertawa, lalu menarik tanganku dan menggenggamnya.

"Aku akan cepat menyelesaikan pekerjaanku. Aku pasti kembali lagi ke sini. Kembali ke kamu, Selama itu, kamu mau kan nunggu aku, Ta?" tanyamu penuh harap.
"Aku akan menghubungimu setiap hari.. Kamu ga usah khawatir.. tenang aja di sini ya.."katamu meyakinkanku.

Aku tersenyum. Mengangguk perlahan.

Ah kamu. Cintai aku seperti kamu meminum kopi hangatmu. Pelan-pelan saja, tidak usah terburu-buru.. Karena aku tidak akan kemana-mana..

Aku menghirup perlahan kopi yang telah ada di mejaku. Kamu memesannya untukku. Memang bukan kopi pahit seperti kopimu. Tapi aku ingin merasakan nikmatnya kopi ini bersamamu.

Pahitnya kopi pasti seperti pahitnya perpisahan kita ini. Namun ada rasa manis yang terselip di antaranya. Manis itu mungkin seperti rasa cintamu dan cintaku yang akhirnya bersatu....


-tulisan ini untuk #SemingguNgeBlogFF yang direquest oleh admin @momo_DM

2 comments:

Leave your comment please.. thank you ;)